EPILOG TUTUP TAHUN
Ini mungkin bukan satu-satunya tahun yang menguras habis energiku, tapi harus kuakui, tahun ini banyak hal luar biasa berat bertubi-tubi. Kurasa, baik dan buruk hanyalah variabel yang mengacu pada persepsi dan sempitnya pemahaman, yang lalu mempengaruhi respon dalam mengambil keputusan. Bahagia yang kita lihat pada diri orang lain, belum tentu sama bahagianya ketika itu menimpa kita. Pun kesulitan yang dihadapi orang lain, belum tentu kita lebih kuat menghadapi kesulitan yang sama. Qodarullah, kapasitas masing-masing kita berbeda. Pada apa-apa saja yang tidak ditakdirkan untukku, aku ingin berterimakasih, sebab dengan begitu aku belajar menggali syukur dan menambang sabar lebih dalam. Pada apa-apa saja yang telah hadir, aku ingin meminta maaf, sebab seringkali hadirmu tak ku sambut dengan baik, bahkan beberapa diantaranya kutepis dan kuabaikan hanya karena hadirmu tak sesuai dengan apa yang kumau. Hanya karena hadirmu kuanggap sebagai kesedihan dan kehilangan. Meski kemudian aku meneri...






